Raih Akreditasi A, Kedokteran UMI Bersiap Akreditasi Internasional.

Prof Syarifuddin W

Rektor UMI, Prof. Dr. H Basri Modding, SE., MSi sebelum membuka acara mengatakan mengapresiasi berbagai program kerja strategis yang dilaksanakan Fakultas Kedokteran UMI dan telah meraih akreditasi unggul ( nilai A), hal ini tidak terlepas dari kebersamaan, koordinasi, komunikasi yang terjalin dengan baik dalam kebersamaan civitas akademika FK UMI, 24 November 2018.

“Saat ini era digitalisasi, karena itu kita harus siap, kita harus melek IT. Era digitalisasi saat ini bisa bisa menjadi ancaman, jika kita tidak menyiapkan diri dari sekarang. Hasil penelitian di Amerika menyebutkan 1,5 milyar akan hilang pekerjaan sepanjang 2015-2025, dan akan tergantikan robot, manusia akan diganti oleh mesin,” ungkapnya.

Ditambahkan pula, bahwa 65% sekolah dasar tahun 2015-2025 belum ditemukan pekerjaan yang dijalani nantinya.Karena itu kita harus dengan era revolusi industri 4.0, era perubahan, era IT.

“Era revolusi industri 4.0 kita tidak boleh takut tapi bagaimana kita menyiapkan diri untuk survive sebagai pilihan utama masyarakat untuk mendapatkan pendidikan berkelas dunia terbaik,” ujarnya.

Menyinggung tentang visi, misi dan tujuan serta sasaran yang dibahas dalam forum ini, menjadi cita-cita bersama civitas akademika FK UMI pada masa datang sesuai kebutuhan zaman dan memberikan arah dalam mewujudkan visi sesuai dengan tujuan pendidikan dengan rumusan tujuan yang menggambarkan tingkat kualitas yang perlu dicapai dalam jangka empat tahun.

Dekan Fakultas Kedokteran UMI, Prof. Dr. H. Syarifuddin Wahid, Ph.D., Sp.PA(K), Sp.F, DFM dalam sambutannya mengatakan Alhamdulillah program studi Fakultas Kedokteran baik program studi S-1 dan program profesi telah meraih akreditasi unggul dengan nilai ‘A’.

Arahan Pimpinan Universitas, program studi yang sudah mendapat nilai A diarahkan untuk akreditasi internasional. Merespon hal tersebut, bagian dari visi misi Fakultas Kedokteran UMI, ke depan program pertama yang dilaksanakan adalah digitalisasi dalam berbagai aktivitas seperti proses pembelajaran dan administrasi akademik, yang kedua adalah sumber daya manusia dalam aspek peningkatan kualifikasi pendidikan dan kepangkatan, ketiga adalah publikasi penelitian internasional.

“Ke depan, Fakultas Kedokteran UMI harus sudah ada program pascasarjana apakah itu satu atau dua program hal ini sesuai dengan kesiapan beberapa bagian sudah dapat diusulkan seperti, mata, kulit, anastesi, dsb,” jelasnya.

Selain itu, Syarifuddin berharap ke depan, mahasiswa Fakultas Kedokteran juga direkrut atau diterima calon mahasiswa dari keluarga tidak mampu namun berkeinginan kuat untuk kuliah di FK UMI, sehingga semua masyarakat memiliki peluang untuk kuliah di UMI dengan mengakomodir semua elemen. Hal ini sesuai konsep Islam yang sudah dijalankan UMI selama ini, memberikan beasiswa 2.5 persen zakat dari penerimaan mahasiswa baru dengan beasiswa bagi mereka yang tidak mampu secara finansial namun memiliki keinginan kuat untuk kuliah dengan prestasi akademik terbaik. “Jadi, selain mahasiswa kaum dhuafa juga akan diterima mahasiswa asing,” ujarnya.

Nampak hadir, Direktur RS Ibnu Sina YW UMI, Pimpinan Fakultas dalam lingkup FK UMI, dosen, karyawan, utusan mahasiswa, mitra, pengurus IKA dan juga stakeholder FK, Ketua panitia Dr.dr. Shofiyah Latif, M.Kes., Sp.Rad melaporkan bahwa kegiatan ini ada dua agenda yaitu; penyusunan visi misi tujuan dan sasaran Fakultas Kedokteran UMI dan Rapat kerja dengan menghasilkan program kerja.

Leave us a Comment