350 Camaba Ikuti Seleksi Tahap II Fakultas Kedokteran UMI Makassar

MMPI-Maba-2019-1

Seleksi Calon Mahasiswa Baru (Camaba) tahun ajaran 2019/2020 Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar memasuki tahap kedua.

Sebanyak 350 Camaba mengikuti proses seleksi yang berlangsung di Auditorium FK UMI lantai 5, .

Seleksi tahap II FK UMI mencakup tes MMPI atau tes mengukur kepribadian (psikotes).

Dua hari sebelumnya para Camaba juga mengikuti tes IQ, kemudian usai psikotes dilanjutkan dengan tes kesehatan.

Wakil dekan I FK UMI, Dr Nasaruddin, menjelaskan bahwa mengalami kenaikan secara signifikan dari tahun-tahun sebelumnya.

Hanya saja berdasarkan hasil seleksi tahap pertama yakni seleksi hasil UTBK atau ujian Pengetuan umum dengan CBT dan hasil TPA hanya 350 yang dinyatakan lolos ke tahap kedua,

“350 adik-adik calon mahasiswa baru FK UMI inilah yang mengikuti tahap kedua setelah itu pengumuman akan dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 2018, di Fakultas kedokteran UMI,” .

Terkait dengan kuota FK UMI tahun ajaran 2019/2020 ini DR.dr.Nasruddin,Sp.OG (K),MARS menjelaskan bahwa akan ditentukan oleh Dikti.

“Kuota untuk masuk di Fakultas kedokteran seluruh Indonesia tentukan oleh DIKTI Dan selanjutnya akan dirapatkan dan diputuskan bersama di tingkat Universitas dan Yayayan Wakaf UMI,” terangnya.

Tahun ini dprediksi jumlah camaba yang diterima FK UMI mengalami peningkatan. Ini seiring dengan perbaikan kualitas akademik yang terus dilakukan pihak FK UMI.

Pasalnya untuk kesekian kalinya, FK UMI yang telah terakreditasi A ini, meraih predikat terbaik kedua Uji Kompetensi mahasiswa program profesi dokter (UKMPPD) dengan nilai kelulusan 91,5.

“Alhamdulillah presentase kelulusan UKMPPD untuk tahun 2019 ini kita sudah di atas 90%, jadi sudah kurang lebih sejak empat tahun terakhir, 2016-2019 kita sudah berada pada persentase kelulusan 80-90%,” terangnya.

Laporan hasil UKMPPD ini dipresentasikan pada Acara Forum Dekan AIPKI di Yogyakarta dengan Tuan rumah FK UII.

Syarat penentuan kuota Maba untum FK di Indonesia ditentukan berdasarkan beberapa syarat yakni.

“Yakni Akreditasi, jumlah atau rasio dosen dan mahasiswa, kelulusan UKMPPD serta Rumah sakit pendidikan serta fasilitas yang lain,” tutur alumni Fakultas Kedokteran UMI ini .

Ia menambahkan bahwa FK UMI sejak diberikan kemandirian mengelola Program profesi (mulai tahun 2015), banyak melakukan inovasi-inovasi.

Semisal perbaikan dalam rangka memperpaiki output-outcome yang ada.

“Salah satu hasilnya adalah Lulusan FK UMI masuk 10 besar nomor urut hasil ujian tertinggi di seluruh Indonesia,” tutupnya.

Blog Attachment

Leave us a Comment