Demam Tifoid

📢📢[Sharing Knowledge]📖🔎


Tahukah Anda?

Demam tifoid merupakan bagian dari demam enterik, disebabkan oleh Salmonella Typhi.

Gejala klinis demam tifoid demam (39-40’C), nyeri kepala, anoreksia, nausea, nyeri perut, batuk kering dan mialgia. Lidah kotor, nyeri abdomen, diare, hepatomegali dan splenomegali sering ditemukan.

Pemeriksaan Widal yang selama ini banyak digunakan dalam diagnosis demam tifoid, telah terbukti mempunyai sensitifitas dan spesifisitas rendah, sehingga tidak lagi direkomendasikan.

Sampai saat ini baku emas diagnosis demam tifoid adalah pemeriksaan kultur.

Pemilihan spesimen untuk kultur sebagai penunjang diagnosis pada demam minggu pertama dan awal minggu kedua adalah darah, karena masih terjadi bakteremia. Hasil kultur darah positif sekitar 40%-60%. Sedangkan pada minggu kedua dan ketiga spesimen sebaiknya diambil dari kultur tinja (sensitivitas <50%) dan urin (sensitivitas 20-30%).


📚🔎Source :
UKK Infeksi dan Penyakit Tropis IDAI.2016. “Pemeriksaan Penunjang Diagnostik Demam Tifoid”

Blog Attachment

Leave us a Comment