Mycobacterium tuberculosis

📢📢[Sharing Knowledge]📖🔎

Tahukah Kamu ?

Mycobacterium tuberculosis telah ditemukan pada sisa-sisa tulang belakang manusia Peru dan Mesir dan berasal dari setidaknya 5000 SM. Domestikasi sapi memfasilitasi kontak dekat dengan manusia, yang mengakibatkan penularan dengan evolusi M. bovis, jenis tuberkulosis sapi.

Tuberkulosis (TB) tidak menjadi epidemi di antara manusia sampai awal abad ketujuh belas, ketika meningkatnya urbanisasi di Eropa Barat memungkinkan bakteri di udara ini menyebar secara efisien dari orang ke orang. Epidemi ini, sering disebut ‘Wabah Putih Besar’, menyebar dari Inggris hingga menelan sebagian besar Eropa Barat.


M. tuberculosis menyebar melalui udara dari satu orang ke orang lain. Bakteri TBC dibuang ke udara ketika penderita TBC paru-paru atau tenggorokan batuk, berbicara, atau bernyanyi. Orang di sekitar mungkin menghirup bakteri ini dan menjadi terinfeksi.

Bakteri tersebut biasanya menyerang paru-paru, tetapi bakteri TBC dapat menyerang bagian tubuh mana pun seperti ginjal, tulang belakang, dan otak. Tidak semua orang yang terinfeksi bakteri TBC menjadi sakit. Akibatnya, ada dua kondisi terkait TB: infeksi TB laten (LTBI) : tidak menimbulkan gejala, namun bisa menjadi aktif ketika sistem imun menurun, dan penyakit TB : dengan gajala khas seperti batuk berdahak >3 minggu,  nyeri dada, penurunan bb, penurunan nafsu makan dan keringat pada malam hari

📚🔎Source :
– Elizabeth A. Talbot, Brittany J. Raff. 2015 in Molecular Medical Microbiology (Second Edition). Elseiver
– U.S. Department of Health & Human Services. 2016. Basic of Tuberculosis disease. Centers for Disease Control and Prevention (CDC)

Blog Attachment

Leave us a Comment