Tes Widal

📢📢[Sharing Knowledge]📖🔎


Tahukan Anda?

Tes Widal merupakan reaksi serologis yang digunakan untuk membantu diagnosis demam tifoid.
Tes ini dikenalkan oleh Fernand Widal pada tahun 1896.
Pemeriksaan ini didasarkan dengan terbentuknya suatu antibodi aglutinin dalam serum pasien yang terinfeksi terhadap antigen H (flagel) dan O (somatik) bakteri Salmonella typhi.

Antibodi terhadap Salmonella dapat dideteksi pada Minggu ke-2 setelah infeksi.


Penyebab Tes Widal Positif:
-Pasien terinfeksi S.typhi
-Sebelumnya telah terpapar antigen S.typhi
-Reaksi silang dengan Salmonella non tiphosa
-Antigen komersil yang bervariasi
-Reaksi silang dengan malaria atau infeksi -Enterobacteriaceae yang lain
-Penyakit lain seperti demam dengue.

Penyebab Tes Widal Negatif:
-Tidak ada infeksi S.typhi
-Karier
-Kurang adekuatnya antigen bakteri untuk menginduksi terbentuknya antibodi
-Kesalahan saat pengerjaan
Pemberian antibiotik sebelumnya
-Antigen komersil yang bervariasi
-Keadaan pembentukan anti bodi yang rendah

Diagnosis demam tifoid dianggap diagnosis pasti adalah bila didapatkan kenaikan titer 4 kali lipat pada pemeriksaan ulang dengan interval 5-7 hari.

Untuk hasil yang lebih akurat:
Tes Tubex / IgM Salmonella dideteksi 3-4 hari setelah terjadinya demam.

📚🔎Source :
– Kepmenkes 364 Tahun 2006 tentang pedoman pengendalian demam tifoid
World Health Organization. (2018). Typhoid and Other Invasive Salmonellosis.
– Judd, M.C. & Mintz, E.D. Centers for Disease Control and Prevention. (2017). Typhoid & Paratyphoid Fever.
– Pemerintah Indonesia. (2006). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 364/Menkes/SK/V/2006 tentang Pedoman Pengendalian Demam Tifoid.
– Lab Test Online (2018). Widal Test.

Blog Attachment

Leave us a Comment