MENGUKUR TEKANAN DARAH

📢📢[Sharing Knowledge]📖🔎

Tahukah Anda?

Tekanan dapat diukur secara tak-langsung dengan lebih mudah dan cukup akurat dengan sfigmomanometer, suatu manset yang dapat dikembungkan dan dipasang secara eksternal ke pengukur tekanan Bunyi yang terdengar ketika memeriksa tekanan darah, yang dikenal
sebagai bunyi Korotkoff, berbeda dari bunyi jantung yang berkaitan dengan penutupan katup ketika kita mendengar jantung dengan stetoskop.

1. Pada permulaan penentuan tekanan darah, manset dikem-bungkan ke tekanan yang lebih besar daripada tekanan darah sistolik sehingga arteri brakialis kolaps. Karena tekanan dari eksternal ini lebih besar daripada puncak tekanan internal, arteri terjepit total di sepanjang siklus jantung; tidak terdengar bunyi apapun karena tidak ada darah

2. Sewaktu udara di manset secara perlahan dikeluarkan, tekanan di manset secara gradual berkurang. Ketika tekanan manset turun tepat di bawah tekanan sistolik puncak, arteri secara transien terbuka sedikit saat tekanan darah mencapai puncak ini. Darah sesaat lolos melewati arteri yang tertutup parsial sebelum tekanan arteri turun di bawah tekanan manset dan arteri kembali kolaps. Semburan darah ini turbulen sehingga dapat terdengar. Karena itu, tekanan manset tertinggi saat bunyi pertama dapat didengar menunjukkan tekanan sistolik

3. Sewaktu tekanan manset terus turun, darah secara intermiten menyembur melewati arteri dan menghasilkan suara seiring dengan iklus jantung setiap kali tekanan arteri melebihi tekanan manset

4. Ketika tekanan manset akhirnya turun di bawah tekanan diastolik, arteri brakialis tidak lagi tertekan di sepanjang siklus jantung, dan darah dapat mengalir tanpa adanya hambatan melalui pembuluh

5. Dengan pulihnya aliran darah non-turbulen ini tidak ada lagi suara yang terdengar. Karena itu, tekanan manset tertinggi saat bunyi terakhir terdengar menunjukkan tekanan diastolik

Aliran darah melalui arteri brakialis dalam hubungannya dengan tekanan manset dan bunyi
Ketika tekana manset lebih besar dari pada 120mm Hg dan melebihi tekanan di sepanjang siklus jantung: Tidak ada darah mengalir melalui pembuluh darah Tidak terdengar bunyi karena tidak ada aliran
 
Ketika tekanan manset berada antara 120 dan 80 mm Hg: Darah yang mengalir melalui pembuluh bersifat turbulen setiap kali tekanan darah melebihi tekanan manset
 
Bunyi jantung pertama terdengar pada puncak tekanan sistolik Terdengar suara intermiten karena
semburan aliran turbulen sewaktu tekanan darah secara siklis melebihi tekanan manset
 
Ketika tekanan manset lebih kecil dari pada 80 mm Hg dan berada di bawah tekanan
darah di sepanjang siklus jantung: Darah mengalir melalaui pembuluh dalam aliran laminar yang lancer
 
Bunyi terakhir terdengar pada tekanan diastolik minimal Tidak terdengar bunyi setelah itu karena aliran telah laminar,lancar, dan tidak terputus
 
📚🔎Source :
Sherwood,L.2014. Fisiologi Manusia Dari sel ke Sistem. Edisi 8. Jakarta: EGC.368-369

Blog Attachment

Leave us a Comment