OBAT ANTI HIPERTENSI

📢📢[Sharing Knowledge]📖🔎

Tahukah Anda?

Pada pengukuran tensi/tekanan darah, angka bacaan atas mewakili ukuran sistol dan angka bacan bawah mewakili ukuran diastol. Tekanan darah disebut tinggi jika pengukuran tensinya terus menerus menunjukkan angka 140/90 mmHg atau lebih. Obat yang dapat digunakan untuk mengatasi hipertensi antara lain: Calcium channel blocker dengan diuretik, beta bloker dengan diuretik, antagonis saluran Ca dengan beta bloker, antagonis Ca dengan Diltiazem. Adapun mekanisme kerja dari obat antihipertensi adalah sebagai berikut :

1) Diuretik
Mengeluarkan cairan tubuh melalui air seni/kencing sehingga volume cairan tubuh berkurang. Berkurangnya volume cairan tubuh ini mengakibatkab daya pompa dan kerja jantung menjadi lebih ringan.

2) Betabloker
Zat beta bloker pada obat antihipertensi juga berfungsi untuk menurunkan daya pompa jantung.

3) Vasodilator
Dengan adanya fungsi vasodilator pada obat anti hipertensi, pembuluh darah akan melebar dengan adanya relaksasi otot polos. Sehingga aliran darah lebih lancar dan daya pompa jantung lebih ringan.

4) Antagonis Kalsium
Ion kalsium dalam jantung mempengaruhi kinerja denyut dan daya pompa jantung. Dengan adanya antagonis kalsium atau Calcium Channel Blocker, jumlah ion Ca2+ yang masuk ke jantung menurun sehingga dapat mengurangi dan menghambat kontraksi jantung. Dengan terhambatnya kontraksi jantung, daya pompa jantung juga akan jadi lebih ringan. 

📚🔎Source :
Nuryati 2017. Bahan Ajar dan Informasi Kesehatan (RMIK) Farmakologi. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Blog Attachment

Leave us a Comment