PEMERIKSAAN LAB COVID19

📢📢[Sharing Knowledge]📖🔎

PEMERIKSAAN LAB COVID19

Tahukah Anda?

Penyakit Coronavirus 2019 ( COVID-19 ) merupakan penyakit sindroma pernapasan akut parah yang menular dan disebabkan oleh Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Dengan makin meningkatnya penyebaran kasus COVID-19 ini maka diperlukan pemeriksaan penunjang (laboratorium) untuk mendiagnosis penyakit COVID-19.

Adapun beberapa pemeriksaan laboratorium yang dapat digunakan untuk mendukung tatalaksana penyakit ini yaitu:



1) Reverse Transcriptase-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR)

RT-PCR adalah proses yang digunakan untuk mengkonfirmasi apakah seseorang mengidap COVID-19 dengan mendeteksi asam ribonukleat (RNA) dari virus SARS-CoV-2. Cara pengambilan sampel yaitu mengambil specimen usap/swab dari rongga nasofaring pasien. Keuntungan tes ini menurut WHO adalah yang paling akurat dalam menguji virus COVID-19. Standar RT-PCR memang tinggi, sehingga tes RT-PCR lebih mahal dari tes yang lainnya. Meskipun akurasinya sangat tinggi, salah satu kekurangan intrinsik tes PCR adalah limit deteksinya. Apabila jumlah partikel virus terlampau kecil, maka PCR akan memberikan hasil negatif. WHO menyatakan median durasi virus shedding adalah 14 hari. Dimana pada periode tersebut, jumlah partikel virus dalam tubuh dapat berfluktuasi.

2)Tes Rapid Antibody

Penggunaan rapid tes terutama rapid tes antibody ini banyak digunakan di indonesia. Tes ini digunakan untuk mendeteksi adanya antibody terhadap COVID-19  ini. Antibody ini akan timbul pada hari ke 7 pasca infeksi / gejala, sehingga perlu strategi dalam penggunaan rapid tes antibody. Cara pengambilan sampel cukup dengan mengambil sampel darah dengan tusuk jari, serupa dengan cara mengetes gula darah. Hasil dari tes ini bisa didapatkan dalam waktu kurang dari 30 menit tanpa memerlukan proses kimia yang rumit oleh tenaga ahli/analis lab. Keunggulan dari tes ini adalah teknologinya sudah ada sejak lama, serupa dengan tes kehamilan dan tes antibodi influenza. Harganya relatif lebih murah dibandingkan RT-PCR, tidak memerlukan peralatan dan persyaratan lab. Kendalanya, metode ini tidak dapat digunakan sebagai alat deteksi dini bagi orang-orang yang masih dalam hari-hari pertama proses inkubasi. Tingkat antibodi IgG dan IgM masih rendah saat hari-hari pertama infeksi, meskipun jumlah partikel virus sangat tinggi di awal.


          
3)      Tes Rapid Antigen
 
Rapid test antigen untuk virus Corona dilakukan dengan mengambil sampel lendir dari hidung atau tenggorokan melalui proses swab. Untuk memberikan hasil yang lebih akurat, pemeriksaan rapid test antigen perlu dilakukan paling lambat 5 hari setelah munculnya gejala COVID-19. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan rapid test antigen virus Corona memiliki tingkat akurasi yang lebih baik dibandingkan rapid test antibodi. Akan tetapi, pemeriksaan rapid test antigen dinilai belum seakurat tes PCR untuk mendiagnosis COVID-19.
 
 📚🔎Source :
Referensi:
– Böger, et al. (2020). Systematic Review with Meta-analysis of the Accuracy of Diagnostic Tests for COVID-19. American Journal of Infection Control, doi: 10.1016/j.ajic.2020.07.011.
 
– Deeks, et al. (2020). What Is the Diagnostic Accuracy of Antibody Tests for the Detection of Infection with the COVID-19 Virus? Cochrane Database of Systematic, doi: 10.1002/14651858.CD013652.

Blog Attachment

Leave us a Comment