SKABIES

๐Ÿ“ข๐Ÿ“ข[Sharing Knowledge]๐Ÿ“–๐Ÿ”Ž

Tahukah Anda?

Skabies atau dikenal juga dengan kudis, gudig, dan budug, adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi kutu Sarcoptes scabiei varietas hominis. Skabies sering diabaikan oleh masyarakat, sehingga penyakit ini menjadi salah satu masalah di seluruh dunia. Penyakit ini lebih banyak terjadi di negara berkembang, terutama di daerah endemis dengan iklim tropis dan subtropis, seperti Afrika, Amerika Selatan, dan Indonesia.


Etiologi :
Sarcoptes scabiei varietas hominis adalah parasit yang termasuk kelas Arachnida, subkelas Acarina, ordo Astigmata, dan famili Sarcoptidae. Selain varietas hominis, S. scabiei juga mempunyai varietas hewan, namun tidak menular, hanya menimbulkan dermatitis sementara serta tidak dapat melanjutkan siklus hidupnya pada manusia.

Siklus Hidup :
Siklus hidup S. scabiei terdiri tadi telur, larva, nimfa, dan tungau dewasa. Infestasi dimulai ketika tungau betina gravid berpindah dari penderita skabies ke orang sehat. Tungau betina dewasa akan berjalan di permukaan kulit untuk mencari daerah untuk digali; lalu melekatkan dirinya di permukaan kulit menggunakan ambulakral dan membuat lubang di kulit dengan menggigitnya. Tungau akan menggali terowongan sempit dan masuk ke dalam kulit; penggalian biasanya malam hari sambil bertelur atau mengeluarkan feses. Tungau betina hidup selama 30-60 hari di dalam terowongan dan selama itu tungau tersebut terus memperluas terowongannya.

Manifestasi Klinis :
Gejala klinis pada infeksi kulit akibat skabies disebabkan oleh respons alergi tubuh terhadap tungau. Setelah tungau melakukan kopulasi (perkawinan) di atas kulit, tungau jantan akan mati dan tungau betina akan menggali terowongan dalam stratum korneum sambil meletakkan sebanyak 2 hingga 50 telur. Aktivitas S. scabiei di dalam kulit akan menimbulkan rasa gatal yang umumnya mulai timbul 4-6 minggu setelah infestasi pertama; bila terjadi re-infestasi tungau, gejala dapat muncul lebih cepat dalam 2 hari. Rasa gatal biasa memburuk pada malam hari disebabkan aktivitas tungau lebih tinggi pada suhu lebih lembap dan panas.

Tatalaksana :
Infestasi tungau dapat tidak bergejala (asimptomatik) tetapi individu sudah terinfeksi. Mereka dianggap sebagai pembawa (carrier). Oleh karena itu, pengobatan juga dilakukan kepada seluruh penghuni rumah karena kemungkinan karier di penghuni rumah dan untuk mencegah reinfestasi karier.
Gejala gatal dapat ditangani dengan krim pelembap emolient, kortikosteroid topikal potensi ringan, dan antihistamin oral. Dengan terapi adekuat, seluruh gejala termasuk rasa gatal dapat membaik setelah 3 hari; rasa gatal dan kemerahan masih dapat timbul setelah empat minggu terapi, biasa dikenal sebagai โ€œpostscabietic itchโ€. Pasien diedukasi hal tersebut untuk menghindari persepsi kegagalan terapi. Pasien juga diberi edukasi untuk tidak membersihkan kulit secara berlebihan dengan sabun antiseptik karena dapat memicu iritasi kulit.


๐Ÿ“š๐Ÿ”ŽSource :
Kurniawan M, Ling MS. Diagnosis dan Terapi Skabies. Cermin Dunia Kedokteran. 2020 Feb 1;47(2):104-7.

Blog Attachment

Leave us a Comment